Kata Jeda

Wahai dulur
Lepaskan semua beban
Hidupmu bukan tarik ulur
Yang membebani pikiran

Berhenti sebentar
Nikmati sebatang kretek
Jiwamu tak boleh terlantar
Tak layak menjadi antek

Mainkan sandiwara
Nikmati dan bebas
Jangan sampai cidera
Sekalipun melampaui batas

Suatu ketika
Akan kau tangisi
Perjuangan dan cinta
Hanya jadi memori

Kemari
Diam dan duduk
Genggam jemari
Lepas semua suntuk

Dikau tak sendiri
Bayanganmu selalu ada
Hanya tak kau sadari
Karena tak selalu di depan mata

Bermainlah di dunia
Berikan rona bahagia
Agar kelak engkau ceria
Mempersembahkan rasa setia

Tak ada yang harus disesali
Jalan ini penuh duri
Rasa sakit ini tak kan abadi
Jika tak dimasukkan hati

Bumi Arema, 17 April 2020

Dalam kegelapan inilah, jeda akan le

#odopbloggersquad #seratbudiluhur #perjalananhidup #ngajiurip #bulanpurnama #fullmoon #shinningmoon #tijitibeh #pejalanmalam #melepasbatas @komunitas.odop

11 replies to “Kata Jeda

  1. Kemana pun sang pejalan malam pergi. Akan selalu ada jejak yang ditinggalkan. Jejak itu menjelma dan hidup menjadi sebuah tulisan. Seperti puisi ini. Jejak yang bermanfaat

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star