Kamu Bukan Orang Lain

Hidup ini sejatinya hanya sawang sinawang.

Hidup di era ini begitu banyak tekanan, harus jadi ini dan itu. Harus bisa seperti anaknya si fulan dan fulanah. Namun, tuntunan yang harusnya disimak sebagai bekal kehidupan malah nyaris tidak ada. Yang ada hanya tontonan tak bermutu yang nyaris memenuhi 24 jam kehidupan manusia.

Belum lagi, tekanan yang ada kadang memaksa kita sama dengan orang lain. Harus sama bisa berfikir, berlari kencang dan segala atribut kemampuan manusia lainnya yang dipandang terbaik dan punya nilai gengsi tinggi.

Jika memang ada diantara pembaca yang masih merasakan hal demikian, semoga tulisan ini bisa menjadi perantara berfikir. Tiap manusia punya hidup masing-masing, yang sudah dilengkapi dengan “gudang senjata” yang sesuai dengan jalan hidupnya. Tugas kita adalah menggunakan potensi hingga batas maksimal.

Contoh kecil saja, mari kita bandingkan dua pesepakbola terkenal. Kita simak pelajaran dari Andrea Pirlo (sudah pensiun) dan mega bintang dunia, Cristiano Ronaldo. Mereka adalah pemain sepak bola yang berhasil berkembang sesuai caranya masing-masing. Tidak ada indikasi saling meniru orang lain yang sifatnya terlalu memaksa. Kalau dua orang ini saling iri satu sama lain, hasil permainan jadinya akan kacau.

Pirlo tidak punya kecepatan ala Ronaldo yang menakutkan. Kemampuan fisik, kelincahan melewati lawan dan insting mencetak gol Pirlo juga bisa dibilang masih dibawah Ronaldo yang tiap satu musim pertandingan bisa bikin lebih dari 30 gol hingga saat ini. Namun di sisi lain, Ronaldo tak bisa bermain dan naluri seorang deep-lying playmaker. Ia bukan ahlinya mengendalikan tempo permainan, punya umpan berkualitas tinggi dan pengamatan posisi pemain yang punya ketepatan tinggi. Ini yang kemudian menjadikan Pirlo sebagai pemain kelas dunia, pengatur permainan sepak bola kelas satu.

Sumber : https://images.app.goo.gl/gJ3Y3uGAFq584iSAA

Memang dalam perkembangan manusia, semua mungkin melalui tahap awal yang sama. Hingga pada titik tertentu, semua akan melaju pada garis masing-masing yang dikehendaki Tuhan. Nantinya, jangan sampai iri dengan segala keahlian dan apa yang diperoleh orang lain. Jika apa yang kita inginkan memang bukan jatah rejeki dari Tuhan, tak akan bisa dimiliki/dikuasai secara membabi buta. Mau sampai kurus kerempeng juga cuma mimpi fergusoo.

Cari dan temukan, apa yang seharusnya jadi keahlian mu. Yang menjadi lantaran mu bisa memberikan hidup yang bermanfaat untuk sesama. Pelajari banyak hal, walau tak mungkin dikuasai secara penuh.

Kembali lagi, keinginan kita tak selalu selaras dengan kemauan Tuhan. Jangan terlalu mengejar jatah rejeki orang lain, yang sejatinya bukan jatahmu. Ibarat kata, kalau kau ini seekor ikan hiu jangan coba minta jadi seperti macan. Bukannya untung, nanti malah buntung. Kalau mau dicoba silahkan saja, tapi ada apa-apanya saya tidak tanggung jawab lho.

8 replies to “Kamu Bukan Orang Lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star